Laut Kaya, Fasilitas Terbatas: TPI Tanjung Batu “Tertahan” Jadi Motor Ekonomi Nelayan
Kepala UPT TPI
Sambaliung, Frederick Sibuloh.
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU :
Hasil laut di perairan Tanjung Batu, Kabupaten Berau, tak pernah sepi. Setiap
hari, nelayan kembali ke darat dengan tangkapan yang menjanjikan. Ironisnya
ketika hasil melimpah itu belum sepenuhnya mampu meningkatkan kesejahteraan
Masyarakat.
Masalahnya bukan pada
laut, melainkan pada fasilitas di darat. Salah satunya hingga kini, operasional
Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Batu masih belum berjalan maksimal.
Keterbatasan infrastruktur dasar seperti ketiadaan cold storage dan pabrik es menjadi
penghambat utama dalam mengoptimalkan potensi perikanan di kawasan tersebut.
Kepala UPT TPI
Sambaliung, Frederick Sibuloh, mengungkapkan bahwa kondisi ini membuat TPI
belum mampu berfungsi sebagai pusat distribusi yang ideal. “Kami sampaikan di
TPI Tanjung Batu itu kita belum punya fasilitas cold storage dan pabrik es.
Jadi, sementara ini kita hanya bisa menampung ikan-ikan dari nelayan sekitar
tanpa sistem pengawetan yang mumpuni,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Bagi nelayan, waktu
menjadi faktor yang sangat menentukan. Tanpa fasilitas pendingin, ikan hasil
tangkapan harus segera dijual sebelum kualitasnya menurun. Situasi ini membuat
nelayan berada dalam posisi serba terbatas. Mereka tidak memiliki pilihan selain
menjual cepat, bahkan ketika harga belum tentu menguntungkan.
Dalam kondisi normal,
keberadaan cold storage dan pabrik es memungkinkan ikan disimpan lebih lama.
Nelayan dapat menunggu momentum harga yang lebih baik, sekaligus menjaga
kualitas hasil tangkapan tetap segar saat sampai ke konsumen. Namun di Tanjung
Batu, skenario ideal tersebut belum bisa terwujud.
“Ketersediaan
fasilitas itu sangat penting. Kalau tidak ada, kualitas ikan cepat turun dan
otomatis berdampak ke harga jual,” jelas Frederick.
Meski menghadapi
berbagai kendala, UPT TPI Sambaliung tidak tinggal diam. Sejumlah langkah
dilakukan untuk menjaga aktivitas nelayan tetap berjalan. Bantuan teknis
seperti cool box telah disalurkan untuk membantu penyimpanan sementara hasil
tangkapan. Selain itu, kendaraan roda tiga juga diberikan guna memperlancar
distribusi ikan dari lokasi pendaratan ke titik penjualan.
Langkah lain yang
tengah didorong adalah penataan sistem pemasaran. Pemerintah berupaya
mengarahkan para penjual ikan agar terpusat di TPI Tanjung Batu. Tujuannya
sederhana namun penting: menciptakan sistem perdagangan yang lebih
terorganisir, transparan, dan berpotensi meningkatkan nilai jual hasil
tangkapan.
“Ke depan, kita akan
arahkan semua penjual ikan di sekitar Tanjung Batu untuk melakukan pemasaran di
TPI tersebut,” tambahnya.
Secara geografis,
Tanjung Batu memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi sentra perikanan
unggulan di Kabupaten Berau. Hasil laut yang melimpah menjadi modal utama untuk
mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sektor kelautan. Namun, tanpa dukungan infrastruktur
yang memadai, potensi tersebut masih “tertahan” dan belum memberikan dampak
optimal bagi kesejahteraan nelayan.
Lebih jauh, kondisi
ini juga berdampak pada potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang seharusnya
bisa meningkat melalui aktivitas pelelangan ikan yang terkelola dengan baik.
Frederick menegaskan bahwa pengembangan TPI Tanjung Batu tidak bisa dilakukan
secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat
perbaikan, termasuk dengan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan
(Diskoperindag).
Sinergi ini penting
untuk membangun ekosistem perikanan yang tidak hanya kuat di sisi produksi,
tetapi juga di sektor distribusi dan pemasaran.
Di sisi lain,
pembangunan fasilitas utama seperti cold storage dan pabrik es menjadi
kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda. Tanpa dua fasilitas ini, TPI akan
sulit berkembang menjadi pusat ekonomi yang mampu memberikan nilai tambah bagi
nelayan.
Harapan besar kini
bertumpu pada hadirnya infrastruktur pendukung tersebut. Jika terealisasi, TPI
Tanjung Batu diyakini mampu bertransformasi menjadi pusat perdagangan ikan yang
aktif dan berdaya saing. Tak hanya meningkatkan harga jual hasil tangkapan, tetapi
juga memperkuat posisi tawar nelayan di pasar.
“Kalau pabrik es dan cold storage itu sudah ada, saya yakin TPI Tanjung Batu pasti akan beroperasi maksimal. Ini yang sangat kami tunggu-tunggu sampai sekarang,” pungkas Frederick.
Di tengah kekayaan
laut yang melimpah, tantangan terbesar justru terletak pada bagaimana hasil
tersebut dikelola setelah sampai di darat. Selama fasilitas belum memadai,
potensi besar akan terus ada namun belum sepenuhnya berubah menjadi
kesejahteraan nyata bagi nelayan Tanjung Batu. (sep/FN)